Sebenarnya pacaran itu termasuk berzina, tanpa
kecuali, dan Allah membenci itu. Banyak orang beranggapan kalau sudah pacaran,
hubungannya seperti layaknya suami-istri. .
Pemahaman yang salah ini, sekarang telah mewabah di Indonesia, jadi pada intinya pacaran islami tidak ada, hanya bila sampai ada yang bilang,”saya berpacaran yang islam dan sehat”, sungguh dia adalah musuh Islam, yang akan merusak Islam, dosa besar baginya, Islam tidak mengajarkan seperti itu.
Pemahaman yang salah ini, sekarang telah mewabah di Indonesia, jadi pada intinya pacaran islami tidak ada, hanya bila sampai ada yang bilang,”saya berpacaran yang islam dan sehat”, sungguh dia adalah musuh Islam, yang akan merusak Islam, dosa besar baginya, Islam tidak mengajarkan seperti itu.
Sesungguhnya dalam hati kedua insan yang menjalin
hubungan, ada orang ketiga yaitu, syaiton.
Dan sesungguhnya bersentuhan kulit antar lawan jenis dilarang dan itu termasuk kemungkaran. “Dan sesungguhnya dari suatu dosa, akan muncul anak cucu dari dosa tersebut”.
Dan sesungguhnya bersentuhan kulit antar lawan jenis dilarang dan itu termasuk kemungkaran. “Dan sesungguhnya dari suatu dosa, akan muncul anak cucu dari dosa tersebut”.
Ada sebuah cerita, dimana ada seseorang ‘ahli
ibadah’ yang terjerumus oleh rayuan syaiton.
Pada mulanya, ada 2 orang pemuda yang akan bermusafir, karena mereka punya saudara perempuan, mereka ingin mentipkannya ke ahli ibadah/abid, yang mereka anggap bisa dipercaya. Awalnya abid tersebut menolak, tetapi akhirnya ia terima. Setiap hari abid hanya memberi makanan untuk perempuan tadi, tapi pada suatu hari datang rayuan syaiton. Akhirnya abid tadi terjerumus, sampai berbuat zina hingga akhirnya perempuan itu hamil dan akhirnya syaiton membisik ke abid “hai kawan, lebih baik bagimu agar tidak diketahui, maka bunuhlah kedua orang itu (perempuan dan bayinya)” akhirnya abid tadi membunuhnya. Setelah itu datang 2 pemuda yang menitipkan saudara perempuannya itu, dan abid menjawab “sungguh saya berduka atas kehilangan ini”. Ini membuktikan bahwa dosa awal akan beranak cucu.
Pada mulanya, ada 2 orang pemuda yang akan bermusafir, karena mereka punya saudara perempuan, mereka ingin mentipkannya ke ahli ibadah/abid, yang mereka anggap bisa dipercaya. Awalnya abid tersebut menolak, tetapi akhirnya ia terima. Setiap hari abid hanya memberi makanan untuk perempuan tadi, tapi pada suatu hari datang rayuan syaiton. Akhirnya abid tadi terjerumus, sampai berbuat zina hingga akhirnya perempuan itu hamil dan akhirnya syaiton membisik ke abid “hai kawan, lebih baik bagimu agar tidak diketahui, maka bunuhlah kedua orang itu (perempuan dan bayinya)” akhirnya abid tadi membunuhnya. Setelah itu datang 2 pemuda yang menitipkan saudara perempuannya itu, dan abid menjawab “sungguh saya berduka atas kehilangan ini”. Ini membuktikan bahwa dosa awal akan beranak cucu.
Setelah itu pada suatu malam pemuda tersebut bermimpi
saudara perempuannya dibunuh dan mayatnya diletakkan disamping kuil dekat rumah
abid tadi. Setelah diperiksa ternyata benar, akhirnya abid tadi disalib, dan
bisikkan syaiton datang lagi “aku bisa melepaskanmu asal kau mau ingkar dari
Allah “. Sang abid setuju-setuju saja, tetapi sebenarnya dia dalam kemusrikan.
Dan musrik merupakan salah satu dosa yang tidak diampuni Allah SWT.
Dari cerita diatas menjelaskan bahwa pacaran tidak
ada manfaatnya bagi generasi muda, justru menjerumuskan kepada suatu
kehinaan/jalan ke neraka . .naudzubillahi min dhalliq . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar